KARANGANYAR
Grup Riset Hukum Bisnis dan Ekonomi Digital, Bagian Hukum Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (FH UNS) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Balai Desa Jaten, Jl. Raya Solo-Tawangmangu No. 115, Jaten, Karanganyar pada Kamis (16/7/2026). Dipimpin oleh Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., bersama tim dosen: Dr. Suraji,S.H.,M.Hum; Pranoto, S.H., M.H., Dr. Kukuh Tejomurti; dan Dr. Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni, S.H., M.Hum., serta didukung oleh pegiat Didik Setiyono dari Bank Sampah UNS, dan perwakilan mahasiswa UNS, program ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Paving Block sebagai Upaya Pengurangan Beban TPA Sukosari di Kabupaten Karanganyar.” Inisiatif ini disambut hangat oleh Pemerintah Desa Jaten yang diwakili Penanggung Jawab Bapak Andhi Almaududi, A.Md., bersama 35 peserta yang terdiri dari Perangkat Desa Jaten, Babinkamtibnas Jaten, perwakilan relawan sampah Desa, kepala dusun, dan perwakilan warga desa.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dorongan hibah Pengabdian kepada Masyarakat, sebagai respons konkret atas persoalan darurat sampah di wilayah Jaten, khususnya penumpukan dan luberan sampah yang sempat terjadi di TPS Loh Agung dan TPS Sawahan. Masalah krusial ini bahkan sempat memicu intervensi langsung dari Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah. Kondisi tersebut diperketat oleh implikasi yuridis Surat Edaran Bupati Karanganyar yang membatasi kuota pembuangan sampah ke TPA Sukosari Jumantono. Melalui program pengabdian ini, tim Grup Riset Hukum Bisnis FH UNS hadir untuk memberikan solusi hukum sekaligus praktis guna mengurai permasalahan mitra dari hulu ke hilir secara mandiri.
Sebagai solusi aplikatif, tim pengabdian memperkenalkan alih teknologi pembuatan produk komposit paving block ramah lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan lelehan limbah plastik kresek residu rumah tangga jenis PP/HDPE . Inovasi daur ulang ini tidak hanya efektif mereduksi volume sampah plastik residu yang sulit terurai di lingkungan, tetapi juga menghasilkan material bangunan bernilai ekonomi tinggi. Selain bermanfaat langsung bagi warga, luaran dari kegiatan ini juga ditargetkan untuk dipublikasikan pada Jurnal Nasional terindeks Sinta 6 serta publikasi media massa elektronik nasional yang dilengkapi backlink resmi ke laman UNS.
Pelaksanaan kegiatan di lapangan berlangsung secara interaktif dan terstruktur. Agenda dimulai dengan sesi pembukaan, dilanjutkan dengan edukasi hukum lingkungan untuk memperkuat pemahaman regulasi warga, serta sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) industri demi menjamin keamanan proses produksi. Puncak acara ditandai dengan praktik langsung pembuatan cetakan produk, di mana tim pengusul bersama warga berhasil memproduksi 20 unit sampel paving block komposit yang kokoh. Keterlibatan aktif dari para Ketua RW dan pengumpul sampah setempat membuat proses transfer teknologi ini berjalan dinamis dan sukses.
Berdasarkan evaluasi komprehensif mulai dari aspek input, proses, hingga hasil akhir, produk paving block berbahan sampah plastik ini terbukti memenuhi standar kekuatan dan kelayakan produk yang diharapkan. Guna menjamin keberlanjutan program, ke depannya unit manufaktur skala desa ini direncanakan akan diintegrasikan di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaten. Dengan skema ini, pengelolaan sampah plastik tidak lagi menjadi beban lingkungan yang menakutkan, melainkan bertransformasi menjadi unit usaha produktif yang mampu mendorong kemandirian ekonomi sirkular bagi masyarakat Desa Jaten secara berkelanjutan.
Tanggapan positif datang dari perwakilan warga yang melihat kegiatan ini sebagai langkah nyata mengatasi krisis lingkungan di tingkat lokal. Melalui keterampilan teknis baru ini, warga Desa Jaten kini mampu mengubah limbah plastik residu menjadi produk bernilai guna, sejalan dengan program pengabdian masyarakat resmi yang dipimpin oleh Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Melalui sinergi berkelanjutan antara akademisi FH UNS dan Pemerintah Desa Jaten, program ini diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kabupaten Karanganyar. Keberhasilan implementasi teknologi paving block komposit ini ditargetkan mampu memangkas volume sampah harian secara signifikan sekaligus mengurangi beban TPA Sukosari secara jangka panjang.
