FH UNS — Tim Peneliti PUT-B Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret melaksanakan Diseminasi Temuan Riset pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Front One Lux Hotel. Kegiatan ini mengangkat hasil penelitian berjudul “Desain Intervensi Ketahanan Ekonomi Keluarga Berbasis Networked Governance Melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk Terminasi Kemiskinan Ekstrem dan Eliminasi Stunting”. Diseminasi menjadi ruang untuk memaparkan temuan penelitian sekaligus memperoleh masukan dari berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan isu kemiskinan ekstrem dan stunting. Melalui forum tersebut, hasil riset diharapkan dapat dikembangkan menjadi rekomendasi yang lebih relevan dengan kebutuhan di tingkat daerah dan desa.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak se-Eks Karesidenan Surakarta. Selain itu, turut hadir perwakilan Bappeda, akademisi di bidang hukum dan kebijakan publik, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mempertemukan perspektif dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membahas temuan penelitian. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam melihat persoalan ketahanan ekonomi keluarga, kemiskinan ekstrem, dan stunting secara lebih menyeluruh.
Melalui diseminasi ini, temuan penelitian menjadi bahan diskusi untuk memvalidasi hasil riset sekaligus melihat relevansinya dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Berbagai perspektif yang disampaikan dalam forum dapat memperkaya pembahasan mengenai model intervensi berbasis Networked Governance melalui Koperasi Desa Merah Putih. Pendekatan tersebut menempatkan kerja sama dan keterhubungan antaraktor sebagai bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan kebijakan hingga tingkat desa. Dengan adanya pertukaran pandangan, hasil penelitian dapat terus disempurnakan agar memiliki dasar implementasi yang lebih kuat.
Salah satu outcome yang diarahkan melalui kegiatan ini adalah penyempurnaan model kebijakan tata kelola jejaring dalam pelaksanaan intervensi. Selain itu, dilakukan pula pemetaan kewenangan antarlembaga untuk memperjelas peran masing-masing pihak dalam mendukung pencapaian tujuan kebijakan. Integrasi data keluarga sasaran juga menjadi bagian penting untuk memastikan intervensi dapat dilakukan secara lebih terarah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus mengurangi tumpang tindih dalam pelaksanaan program.
Hasil diseminasi juga diarahkan pada perumusan rekomendasi intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat mempertimbangkan kondisi keluarga sasaran serta kapasitas kelembagaan yang tersedia di tingkat daerah dan desa. Dengan pendekatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, kebijakan yang dirumuskan dapat memiliki keterhubungan yang lebih baik antara aspek ekonomi, kesehatan, dan perlindungan keluarga. Hal ini menjadi penting untuk mendukung upaya penanganan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting secara terpadu.
Kegiatan penelitian dan diseminasi ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: No Poverty (Tanpa Kemiskinan), SDG 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Penguatan ketahanan ekonomi keluarga dan pencegahan stunting memiliki keterkaitan dengan upaya mengurangi kerentanan masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup keluarga. Sementara itu, penguatan tata kelola jejaring dan koordinasi antarlembaga mendukung terciptanya pelaksanaan kebijakan yang lebih terintegrasi. Melalui pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Tim Peneliti PUT-B FH UNS mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat memberikan masukan bagi penguatan kebijakan di tingkat daerah. Temuan dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat konvergensi kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting di Jawa Tengah. Keterlibatan berbagai pihak dalam proses diseminasi juga menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman dan koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, hasil riset dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi penguatan kebijakan dan masyarakat sebagai penerima manfaat.
Dissemination of Research Findings from the UNS Faculty of Law’s Graduate Program (PUT-B) Encourages Strengthening of Family Economic Resilience and Stunting Prevention

FH UNS — The PUT-B Research Team of the Faculty of Law, Sebelas Maret University, held a Dissemination of Research Findings on Saturday, September 12, 2026, at the Front One Lux Hotel . This activity highlighted the results of a study entitled “Intervention Design for Family Economic Resilience Based on Networked Governance Through the Red and White Village Cooperative (KDMP) to End Extreme Poverty and Eliminate Stunting.” The dissemination provided a space to present research findings while also obtaining input from various parties related to the issues of extreme poverty and stunting. Through this forum, research results are expected to be developed into recommendations that are more relevant to needs at the regional and village levels.
The event was attended by representatives from the Health Office and the Population Control, Family Planning, Women’s Empowerment, and Child Protection Offices throughout the former Surakarta Residency. Also in attendance were representatives from the Regional Development Planning Agency (Bappeda), academics in the fields of law and public policy, and community leaders. The presence of these diverse stakeholders brought together perspectives from the government, academics, and the community to discuss the research findings. This cross-sector collaboration is crucial for a more comprehensive understanding of family economic resilience, extreme poverty, and stunting.
Through this dissemination, research findings became the basis for discussions to validate the research results and assess their relevance to conditions and needs on the ground. The diverse perspectives presented in the forum enriched the discussion on the Networked Governance- based intervention model through the Merah Putih Village Cooperative. This approach places collaboration and intersectoral connectivity as a crucial component in strengthening policy implementation at the village level. Through this exchange of views, research findings can be continuously refined to provide a stronger basis for implementation.
One of the outcomes targeted through this activity is the refinement of the network governance policy model for implementing interventions. Furthermore, inter-agency authority mapping was conducted to clarify the roles of each party in supporting the achievement of policy objectives. Integrating target family data is also crucial to ensuring more targeted interventions. This step is expected to strengthen inter-agency coordination and reduce overlap in program implementation.
The dissemination results are also directed at formulating more targeted and sustainable intervention recommendations. These recommendations are expected to take into account the conditions of target families and the institutional capacity available at the regional and village levels. With a multi-stakeholder approach, formulated policies can better link economic, health, and family protection aspects. This is crucial to support integrated efforts to address extreme poverty and prevent stunting.
This research and dissemination activity is also in line with the Sustainable Development Goals (SDGs) , specifically SDG 1: No Poverty , SDG 2: Zero Hunger , SDG 3: Good Health and Well-Being , and SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institutions . Strengthening family economic resilience and preventing stunting are linked to efforts to reduce community vulnerability and improve the quality of family life. Meanwhile, strengthening network governance and inter-institutional coordination supports the creation of more integrated policy implementation. Through this approach, research results are expected to contribute to the development of sustainable policies based on community needs.
Through this dissemination activity, the UNS Faculty of Law Research Team (PUT-B) encourages research findings to extend beyond the academic realm and provide input for strengthening regional policies. The findings and recommendations are expected to serve as considerations for local governments in strengthening policy convergence for extreme poverty alleviation and stunting prevention in Central Java. The involvement of various stakeholders in the dissemination process is also a crucial step in building cross-sectoral understanding and coordination. Thus, research findings can provide broader benefits for strengthening policies and the community as beneficiaries.

