Wakil Ketua MPR, Dr. Syarief Hassan mengadakan kunjungan kerja kepada Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum.

Pada hari ini, 4 November 2019, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Dr. Syarief Hassan mengadakan kunjungan kerja kepada Rektor Universitas Sebelas Maret Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Selain silaturahmi, kunjungan ini juga diisi diskusi dengan mendengarkan paparan dosen di lingkungan Universitas Sebelas Maret. Diantara yang hadir antara lain adalah Dr. Isharyanto, Dr. Jadmiko Anom Husodo, Dr. Andina Elok, serta Dr. Lukman Hakim dan Dr. Hassan Suryono. Dalam diskusi mengemuka pendapat soal perubahan UUD 1945 dan haluan negara.
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sepakat untuk melakukan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terkait penerapan sistem perencanaan pembangunan nasional dengan menerapkan Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Dalam diskusi tak menampik kekhawatiran sebagian kelompok kalau-kalau pembahasan amendemen bisa menjalar ke pasal-pasal lain seperti pemilihan presiden hingga masa jabatan kepala negara. Menurut Wakil Ketua MPR, semua kemungkinan bisa terjadi. “Sebagai sebuah kemungkinan atau kekhawatiran bahwa itu bisa melebar ke kanan ke kiri saya kira bisa, karena istilahnya begitu GBHN diamendemen menjadi sebuah ketetapan MPR dan masuk dalam UUD, maka kemudian ada sisi lain yang harus dipertimbangkan,” kata Syarief Hassan.

 

Published and edited by :