STUDI BANDING PRODI MAGISTER ILMU HUKUM UNIVERSITAS WARMADEWA BALI KE FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Bertempat Aula Gedung 3 Fakultas Hukum, pada tanggal 8 Pebruari 2019 Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret menerima kunjungan studi banding dari  Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Warmadewa Bali. Pada kegiatan tersebut, pimpinan Fakultas Hukum diwakili oleh Bambang Santoso, S.H., M.H selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Hari Purwadi, S.H.,M.Hum (Kepala Program Studi S2 Ilmu Hukum) dan Burhanudin Harahap, S.H.,M.H.,M.Si.,Ph.D. (Kepala Program Studi S2 Kenotariatan). Sedangkan dari Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Warmadewa Bali dihadiri antara lain oleh Prof.Dr.Ir. Gde Suranaya Pandit, MP selaku Direktur Pasca Sarjana Universitas Warmadewa Bali, Kaprodi S2 Ilmu Hukum Dr. Simok Nahak, S.H., M.H.  Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Dr. MOHAMMAD JAMIN, S.H.,M.Hum selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Sebelas Maret.
Sambutan dari Fakultas Hukum disampaikan oleh Bambang Santoso, S.H., M.H selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Hukum, sedangkan dari Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Warmadewa Bali oleh   Prof.Dr.Ir. Gde Suranaya Pandit, MP selaku Direktur Pasca Sarjana Universitas Warmadewa Bali. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi umum terkait permasalahan dibidang teknologi yang berfokus pada fenomena HOAX.  Dimana inti dari diskusi tersebut adalah fenomena HOAX yang seakan tidak terbendung lagi, sudah menjadi semacam bahaya laten di Negara kita Indonesia, Dan ini terjadi di karenakan dengan di imbanginya perkembangan teknologi yang luar biasa banyak, mulai dari Televisi, Internet yang berisi Berita-berita Online dan Media-media Sosial semacam Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp dsb, yang menjadikan Masyarakat sekarang sangat mudah mendapatkan akses berita dari berbagai macam berita, sehingga penyebaran berita yang HOAX atau tidak akan semakin mudah di dapat dan mudah  di sebar oleh siapa saja, dan yang perlu diantisipasi adalah penyebaran berita bohong atau yang saat ini ngetrend dengan sebutan HOAX akan sama-sama menjadi ancaman terhadap Dis Integrasi Bangsa, karena pelaku Hoax ini sangat mungkin dilakukan oleh siapa saja, baik dari lingkungan Pemerintahan sampai kalangan masyarakat Bawah, maka dari itu peran semua kalangan terutama pemerintah yang sangat punya wewenang kekuasaan membatasi, mengawasi dan mencegah tersebarnya ancaman Hoax demi menjaga Persatuan Indonesia ini akan sangat di perlukan juga peran semua Masyarakat Indonesia juga tentunya juga sangat diperlukan juga.