SOSIALISASI PRODUK HUKUM PRODI D-IV STUDI DEMOGRAFI DAN PENCATATAN SIPIL

Category : Berita Terbaru
Tags : ,

Kegiatan pencatatan sipil adalah kegiatan pencatatan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang dalam register pencatatan sipil. Kegiatan ini sangat penting bagi warga Negara dan juga bagi Negara untuk menentukan status pribadi dan status hukum atas setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami oleh seorang Wwarga Negara Indonesia.

Kegiatan pencatatan sipil meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, dan pencatatan sipil lainnya. Begitu banyaknya kewajiban masyarakat dalam hal pencatatan sipil, namun tidak semuanya dipahami oleh masyarakat, baik dalam hal prosedurnya, persyaratannya, ataupun peraturannya. Padahal dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan mengatur bahwa kegiatan pencatatan sipil berfungsi untuk pelayanan publik dan pembangunan sector lain.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah istansi pemerintah yang berwenang untuk menangani pencatatan sipil, oleh sebab itu Program Studi Diploma 4 Studi Demografi dan Pencatan Sipil Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta dalam pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu kegiatan Pengabdian pada Masyarakat  ini bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencaatan Sipil wilayah Soloraya yaitu kota Surakarta, kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, Sragen, Wonogiri, . Dengan adanya kegiatan Pengabdian pada Masyarakat kerja sama antara Program Studi Diploma 4 Studi Demografi dan Pencatatan Sipil Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil se wilayah Solo Raya ini diharapkan agar masyarakat mendapatkan pemahaman terkait masalah kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait masalah kependudukan  yang antara lain  meliputi Sistem Administrasi Kependudukan, Dokumen pencatatan sipil yang menjadi kewajibannya.

Pengabdian masyarakat adalah suatu gerakan proses pemberdayaan diri untuk kepentingan masyarakat. Pengabdian masyarakat seharusnya bersifat kontinual dan jangka panjang karena dalam membangun sebuah masyarakat dibutuhkan proses yang panjang. Banyak aspek yang harus disentuh untuk menjadikan suatu masyarakat itu baik, karakternya, budaya, sampai pola pikirnya juga harus kita sentuh untuk benar-benar menciptakan sebuah masyarakat yang beradab.